- TAHUKAH ANDA ?
Tentang Perjalanan Keluar Angkasa
• Makhluk hidup diluar angkasa bukan manusia, melainkan anjing dari Rusia yang dinamai Laika, diluncurkan dalam Sputnik 2 tganggal 3 November 1957.Laika mati diruang angkasa.
• Pada bulan Agustus 1960, dua angjing Belka dan Streika, diluncurkan di luar angkasa oleh Unit Soviet. Mereka kembali dengan selamat setelah 24 jam.
• Dalam penerbangan John Glenn dengan Mercury,indicator menunjukkan bahwa perisai panas kapsul tidak terkunci di tempatnya. Tanpa perisai itu, kapsul akan terbakar ketika memasuki kembali atmosfir. Sebenarnya indiktornya yang salah, dan kapsul itu kembali ke bumi dengan selamat.
• Mesin tingkat pertama roket Satirn 5 adalah mesin terkuat yang pernah dibuat. Mesin ini membakar 13 ton bahan baker per detik, menghasilkan daya dorong 3.400 ton untuk mengangkat 3.000 ton dari landasan luncur.
• Lima belas roket Saturn 5 dibangun dengan biaya 6 milyar dollar .
• Berat Lunar Rover 209 kg ( 460 pounds) dan dapat bergerak dengan kecepatan 16 kph ( 10 mph) (kilometer per jam) di tanah rata. Tiga Lunar Rover di tinggalkan dibulan.
• Astonot Apollo 17 Eugene Cernan dan Harison Schmitt menjelajah paling jauh di permukaan bulan dengan total 34 k ( 12 mil)
• Keenam awak Apollo yang mendarat dibulan membawa total 379 kg (836 pounds) dan tanah bulan ke bumi. Awak Apollo 17 saja mengumpulkan 110 kg ( 243 pounds)
• Jejak kaki pertama dibulan dibuat oleh Niel Amstrong pada tanggal 20 Juli 1969. Jejak itu tidak akan beruabah karena di bulan tidak ada angin yang akan meniupnyatatau hujan yang menghapusnya.
• Sebanyak 32.000 lempengan dilekatkan di sisi bawah orbiter bertindak sebagai perisai panas yang sangat penting saat memasuki kembali atmosfir bumi.
• Sebuah laboratium yang sebut Spacelab bisa dibawa didalam ruang muatan orbiter
Jumat, 11 Januari 2008
Minggu, 06 Januari 2008
Air mata darah Bunda Maria

South Korea was formed in 1948, by the approval of the Federal Constitution instituting the Government of the Republic. However, from 1950 to 1953, it faced a terrible and atrocius war with North Korea, an abominable fight among brothers in search of domain and power, that brought disastrous consequences to the population, attacked with barbarism and killed, causing mourning and poverty in the whole country.
It all began in 1980 when Julia Kim, who was suffering from terminal cancer, was miraculously healed. She was at that time a Protestant but eventually converted to Catholicism. In 1982, Julia saw a vision of Jesus with his Sacred Heart bleeding and asking for suffering for the conversion of sinners.
The Blessed Virgin Mary, the Mother of the Savior, began weeping through her statue owned by Julia Kim in Naju, Korea, on June 30, 1985.

Since then, she has brought many messages and other miraculous signs, urging all her children in the world to hurriedly repent their sins and return to God, His Church, His Truth, and His Love, so that He may heal their sinful souls and restore supernatural life to them. She has especially implored us to be loyal to the Heritage of the Faith that Christ entrusted to His Church two thousand years ago and to love and forgive one another. She has also asked us to respect human lives from the moment of conception in the mother’s womb.It all began in 1980 when Julia Kim, who was suffering from terminal cancer, was miraculously healed. She was at that time a Protestant but eventually converted to Catholicism. In 1982, Julia saw a vision of Jesus with his Sacred Heart bleeding and asking for suffering for the conversion of sinners.
The Blessed Virgin Mary, the Mother of the Savior, began weeping through her statue owned by Julia Kim in Naju, Korea, on June 30, 1985.
Our Lady wants everyone to convert from a self-centered life to a life of serving God, defending and spreading His Truth, and passing on His Love to everyone on earth.
Who is Julia Kim?
Her original name is Hong-Sun Yoon. Julia is her baptismal name and Kim is her husband"s last name. She was born in Naju, South Korea, on March 3, 1947. Her father was a school teacher and a scholar in Chinese literature. In 1950, when the Korean War broke out, her grandfather and father were killed by the Communist soldiers. Her younger sister also died of an illness. Julia, with her mother, began experiencing extreme poverty and had to work hard for survival. She could not finish junior high school because of the poverty.
Growing up as a Protestant, Julia married in 1972 Julio Kim. Julio works for the City of Naju, in its agricultural department. They have four children; two sons and two daughters. A short time later she became gravely ill. After spending all of her money on doctors, her diagnosis was determined to be cancer. In her depression, Julia felt that her life was not worth living and decided to commit suicide; her husband suggested that she see a Catholic priest before she commit this act. Julia agreed to this request and met with a local parish priest. When the priest greeted her, he declared: "You have received many graces from God." Julia did not understand the full impact of the priest’s words, however she did receive the Holy Spirit in a very special way that day. From that time forward, Julia’s journey of conversion would lead her to a complete healing and ultimately to embrace the Catholic faith.
Julia also often undergoes severe pains for the conversion of others and in reparation for abortions and other sins in the world. Several times, she received the Stigmata while suffering the pains of Crucifixion. She has been allowed to experience Eucharistic miracles. Many people, including priests witnessed that the Sacred Host Julia received was turning light brown first and then being covered with blood. Many people began firmly believing in the Real Presence of Jesus in the Holy Eucharist because of these miracles.
Kamis, 29 November 2007
PENELITIAN ILMIAH KAIN KAFAN YESUS
HISTORY DAN PENELITIAN ILMIAH
PADA KAIN KAFAN YESUS
Kain Kafan Torino
Kain kafan dari Torino yg penuh darah berusia lebih dari 2000 thn diyakini sebagai kain kafanYesus dari Nasareth,merupakan suatu dokumen otentik yg ditulis bukan oleh Yesaya atau seorang jurus tulis lainnya, tetapi dokumen yang memperlihatkan bekas gambar acheropita ( yg tidak terbuat oleh tangan) yg terjadi karena kontak dengan tubuh Kristus tanpa tinta melainkan dengan darahNya sendiri.
Kain Kafan ini panjangnya m.4,36x 1,10 merupakan jenis tenunan kain lenan, bentuk tulang ikan sebagaimana lazim pada waktu itu ( 2000 thn yg lalu) untuk menguburkan orang kaya. Berbagai penelitian ilmiah mencoba membuktikan keaslian kain kafan ini.Dari penelitian terhadap kain kafan ini jazad yg telanjang tidak dimandikan terlebih dahulu dan diurapi dengan beberapa jenis minyak.Pada kain kafan tercetak gambar yg sangat halus yg berupa gambar tubuh Yesus yg penuh luka.Darah yg terdapat di kain kafan adalah darah Frost mortem atau darah hidup yg telah membeku. Darah mengalami proses Fibrinolisis yg terjadi dalam jangka waktu tertentu yaitu 36 jam.
Thn 1058-1087
Gereja S Angelo in formis- Capua,Italia apada thn 1058-1087.Abas Desiderius dari Montecassino mengundang beberpa pelukis dari dari konstantinopel guna melukis absidis gerejanya. Wajah Kristus Pontakrator, khusus di dahinya terdapat aliran darah berbentuk Y ,yg dengan jelas memproduksikan wajah kain kafan.
Thn :1532
Gereja purba menyimpan dengan hati-hati kain lenan itu sebagai tanda dari tubuh mulia YESUS, dan supaya tidak dicuri orang. Keluarga kerajaan Savoia mendirikan sebuah gereja guna menyimpan kain kafan. Pada malam antara 3-4 Desember 1532 terjadi kebakaran yg merusak keutuhan kain kafan, tetapi gambar bagian depan dan belakang tidak rusak.
Thn 1578
Pada thn 1578 kain kafan dipindahkan dari Chambery ke Torino oleh pangeran Emanuele Filiberto untuk mempermudah perjalanan/ziarah Kardinal St.Karolus Boromeus yg ingin melihatnya.
Thn 1898
Pada th 1898 Ir.Secondo Pia membuat foto kain kafan , Foto negative ini memperlihatkan gambar wajah Yesus yang sebenarnya dan tubuhnya yang penuh bilur. Kesimpulan bahwa foto negative ilmiah yg tdk mungkin dibuat oleh penipu manapun.
Thn 1969
Pada thn 1964 ,G.B Judicia Cordiglia dengan teknik sinar ultra violet memperlihatkan kepada kita gambar seorang yg telah wafat dengan detail dari wajah sampai sekujur tubuh di kain kafan dengan foto positif an negatif.
Thn 1976
Kapten Jackson dan Jumper (Colorado Springs USA) untuk pertama kali memakai technology angkasa dengan alat analisator memperoleh gambar 3 dimensi untuk mempelajari kain kafan Yesus. Melalui proses enhancement atau penguraian gambar. Bersama juga dengan peneliti lain Ir. Tamburelli dengan memakai teknik penguraian elektronik gambar menyempurnakan , mereka menghasilkan wajah kain kafan bersih dari segala elemen yg menganggu atas kain itu sendiri dan menemukan tanda-tanda dan luka baru.
PADA KAIN KAFAN YESUS
Kain Kafan Torino
Kain kafan dari Torino yg penuh darah berusia lebih dari 2000 thn diyakini sebagai kain kafanYesus dari Nasareth,merupakan suatu dokumen otentik yg ditulis bukan oleh Yesaya atau seorang jurus tulis lainnya, tetapi dokumen yang memperlihatkan bekas gambar acheropita ( yg tidak terbuat oleh tangan) yg terjadi karena kontak dengan tubuh Kristus tanpa tinta melainkan dengan darahNya sendiri.
Kain Kafan ini panjangnya m.4,36x 1,10 merupakan jenis tenunan kain lenan, bentuk tulang ikan sebagaimana lazim pada waktu itu ( 2000 thn yg lalu) untuk menguburkan orang kaya. Berbagai penelitian ilmiah mencoba membuktikan keaslian kain kafan ini.Dari penelitian terhadap kain kafan ini jazad yg telanjang tidak dimandikan terlebih dahulu dan diurapi dengan beberapa jenis minyak.Pada kain kafan tercetak gambar yg sangat halus yg berupa gambar tubuh Yesus yg penuh luka.Darah yg terdapat di kain kafan adalah darah Frost mortem atau darah hidup yg telah membeku. Darah mengalami proses Fibrinolisis yg terjadi dalam jangka waktu tertentu yaitu 36 jam.
Thn 1058-1087
Gereja S Angelo in formis- Capua,Italia apada thn 1058-1087.Abas Desiderius dari Montecassino mengundang beberpa pelukis dari dari konstantinopel guna melukis absidis gerejanya. Wajah Kristus Pontakrator, khusus di dahinya terdapat aliran darah berbentuk Y ,yg dengan jelas memproduksikan wajah kain kafan.
Thn :1532
Gereja purba menyimpan dengan hati-hati kain lenan itu sebagai tanda dari tubuh mulia YESUS, dan supaya tidak dicuri orang. Keluarga kerajaan Savoia mendirikan sebuah gereja guna menyimpan kain kafan. Pada malam antara 3-4 Desember 1532 terjadi kebakaran yg merusak keutuhan kain kafan, tetapi gambar bagian depan dan belakang tidak rusak.
Thn 1578
Pada thn 1578 kain kafan dipindahkan dari Chambery ke Torino oleh pangeran Emanuele Filiberto untuk mempermudah perjalanan/ziarah Kardinal St.Karolus Boromeus yg ingin melihatnya.
Thn 1898
Pada th 1898 Ir.Secondo Pia membuat foto kain kafan , Foto negative ini memperlihatkan gambar wajah Yesus yang sebenarnya dan tubuhnya yang penuh bilur. Kesimpulan bahwa foto negative ilmiah yg tdk mungkin dibuat oleh penipu manapun.
Thn 1969
Pada thn 1964 ,G.B Judicia Cordiglia dengan teknik sinar ultra violet memperlihatkan kepada kita gambar seorang yg telah wafat dengan detail dari wajah sampai sekujur tubuh di kain kafan dengan foto positif an negatif.
Thn 1976
Kapten Jackson dan Jumper (Colorado Springs USA) untuk pertama kali memakai technology angkasa dengan alat analisator memperoleh gambar 3 dimensi untuk mempelajari kain kafan Yesus. Melalui proses enhancement atau penguraian gambar. Bersama juga dengan peneliti lain Ir. Tamburelli dengan memakai teknik penguraian elektronik gambar menyempurnakan , mereka menghasilkan wajah kain kafan bersih dari segala elemen yg menganggu atas kain itu sendiri dan menemukan tanda-tanda dan luka baru.
- Thn 1969-1978
Max Frei, peneliti serbuk bunga, telah menyelidiki banyak zat yg diambilnya dari kain kafan antara thn 1969 – 1978 dengan pita pelekat, dan menemukan 54 jenis berasal dari pohon-pohon daerah Palestina, Turki (daerah konstantinopel),Perancis,Italia. Dan menemukan pula serbuk padi yang berasal dari kota Mondovi, Italia Utara, sebab pernah kain kafan tinggal di daerah padi tersebut selama 2 thn. Ilmu serbuk ini dapat membenarkan perjalan kain kafandari Yerusalem sampai Torino
KESIMPULAN HASIL DARI FOTO & PENELITIAN SERBUK
Darah yg di kain kafan adalah darah AB
Seluruh tubuh kain kafanmemperlihatkan bekas penderaan yg dahsyat, yg dilakukan dengan cambuk berujung bulatan bergigi ( Falgrum Taxillatum).Warga Roma sendiri tdk boleh di cambuk dengan ini.
Posisi terhukum waktu didera adalah dalam keadaan terikat dan membungkuk, karena jelas kelihatan aliran darah siatas bahu kanan dan punggung.
Terdapat 77 pukulan dengan cambuk berujung 3 jumlah seluruhnya adlah 120 kali, penderaan sesuai kebiasaan Romawi jaman itu.
Pululan dari dua arah kiri kanan menunjukkan penderanya 2 orang.
2 luka memar dibahu karena memikul palang salib ( panjang cm.60X20) dan bekas luka cambuk,menunjukkan didera dahulu baru memikul palang salib.
Kaki kiri ditaruh di atas dikaki kanan.
Bagian lambung kanan,13 cm dari kanan antara tulang rusuk ke 5 dan ke 6 terdapat sebuah luka dari benda tajam 4cm , sama lebar dengan tombak romawi jaman itu. Dengan sifat darah post-mortem ; darah sesudah mati.
Jenazah tidak mengalami proses pembusukan,darah yg melekat adalah darah segar dan darah post mortem, yg satu membeku dan yang lain mengental, menurut fibrinolisis proses terjadi dalam waktu 36 jam.
BEBERAPA TEORI
1. Dr.Le Bec, dari Paris, rumah saki St Yoseph.
Yesus wafat akibat ketergantungan pada tangan, dengan posisi ini semakin sulit bernapas, maka pelemasan progresif dengan bertambah cepat denyutanjantung, peredaran darah semakin berat,darah tergenang dalam pembuluh dan semakin termuat dengan ( anidride carbonica) yang mengakibatkan situasi seperti tetanus.Sedangkan otak menderita sakit berat ( Cefalea).Maka Yesus wafat karena penderitaan kelewat berat dan besar.
2. Dr.Pierre Berbet,dari rumah sakit yang sama juga sependapat dengan dr.Le bec, namun mengatakan gerkan turun naik Yesus untuk bernapas di salib, memungkin Yesus bertahan cukup lama, tapi akhirnmya kehabisan tanaga juga dan menyerah.
3.Fransisco La Cava dari Roma , Yesus meninggal karena keadaan yg semakin memburuk dan kekurangan oksigen, hal ini mengakitbatkan jatung berhenti.
4.Dr.Raymond Schmittlein ,Yesus wafat karena schock Traumatis. - 5. Dr.Sergio Marigo, yesus tetap sadar sampai saat terakhir, dibuktikan dengan seruan Yesus yang keras sebelum ajal.
Langganan:
Postingan (Atom)